Cerita ini tidak berhubungan langsung dengan berita Bola itu Bundar, tapi berkat BIB, gw sekarang sudah mendapat dua proyek baru dari Amerika. Yang pertama sebuah thriller mengenai pemburuan FBI mencari seorang serial killer di Indonesia, dan yang satu lagi sebuah film action perang yang bertempat di Kalimantan pada waktu perang dunia kedua.
Yang kerennya, di kedua film ini gw mendapat bantuan penuh dari studio rekanan di AS yang memberikan beberapa nama yang cukup mendebarkan untuk main di kedua film ini, sebut saja artis sekaliber Dennis Quaid, Kiefer Sutherland, Williem Dafoe dan Kate Beckinsale. Gak sabar juga gw untuk bisa mulai memproduksi kedua film ini.
Hari ini gw terima kabar bahwa ada beberapa media entertainment di AS yang minta waktu untuk menginterview gw minggu depan mengenai film Bola itu Bundar pas nanti gw di Amerika, not bad. Siapa sangka film ini bisa menarik perhatian media non-sepak bola di Amerika. Sebelum ini memang gw sudah melihat berita BIB di koran The Telegraph (Inggris), The Australian (Australia kali ya) dan ESPN STAR (Singapura), tapi baru sekarang ada media AS yang tertarik ingin meliput BIB. Salah satu media yang akan menginterview adalah Celebrity Spotlight Radio, dan siaran mereka ada versi internetnya, jadi bisa didengar di Indonesia juga. Cool. Oh ya, gw akan diinterview bareng Wilmer Valderrama (Bintang That 70’s Show dan acara MTV Yo Mama). Lumayan lah sebagai pemula di industri film Amerika.
Pertama kali gw dikasih tau Costas Mandylor kepengen ikut main di Bola itu Bundar jujur gw agak bingung yang mana orangnya, tapi setelah ngecek foto dia di internet, gw langsung excited banget!
Waktu gw masih kuliah salah satu film favorit gw adalah film gangster berjudul Mobsters, dimana bintangnya adalah Patrick Dempsey , Christian Slater dan …. Costas Mandylor. Gila ternyata dia udah senior banget dan sudah pernah bekerja dengan hampir semua sutradara ngetop di Hollywood dari yang senior seperti Oliver Stone (The Doors) dan Robert Zemeckis (Beowulf) dan yang baru naik daun seperti James Wan (Saw III, Saw IV dan Saw V). Kalau gw hitung di imdb, daftar filmnya sudah lebih dari 86 (http://www.imdb.com/name/nm0541908/), so minder lah gw.
Waktu akhirnya gw nelpon dia untuk ngajak dia ikut main di Bola itu Bundar, gw langsung ngaku kalo gw masih belum begitu berpengalaman, jadi gw harap dia mau sabar kerja bareng gw. Yang gw kaget ternyata dia udah hafal garis besar skenarionya, dan langsung bilang kalo dia kepengen mainin peran pelatih yang tadinya sudah gw kasih ke adik kandungnya, Louis Mandylor. Gw bilang ke dia kalo peran itu sudah di ambil Louis dan dia bilang dia akan berantem sama adiknya di pesawat untuk memutuskan siapa yang akan mainin peran pelatih Frank Lazaridis. Dia juga bilang jangan khawatir atau minder kerja sama dia dan rekan rekannya dari Hollywood, dia bilang gw jenderalnya dan anggap mereka sebagai kapten di lapangan yang akan mbantu gw mengeksekusikan keinginan gw. Dan ternyata seperti itulah kenyataannya.
Costas, Louis dan Jimmy Jean Louis sudah lama berkecimpung di Hollywood dan mereka tidak ragu ragu membagi pengalaman mereka. Tanpa ego tanpa belagu, mereka mbantu gw membedah naskah dan memperkaya adegan. Salah satu adegan yang paling gw suka adalah dimana mereka semua berkumpul di restoran bareng Nova dan Happy Salma. Adegan yang tadinya tidak begitu banyak unsur komedinya diperkaya dengan sedikitnya 5 jokes baru dari mereka.
Yang gw salut lagi ke Costas, dia ngabur ke Bali ditengah tengah shooting SAW V. Nggak ngabur sih, memang lagi ada break, jadi dia memanfaatkan waktunya untuk gabung di film BIB. Ada yang berpendapat Costas dan pemain yang lain rela ke Bali karena kepengen liburan disini, tapi yang sebenarnya mereka nggak ada yang liburan. Mereka sibuk membantu gw memperkaya naskah dan mbantu di lapangan. Gw bisa bilang Louis dan Jimmy Jean bekerja layaknya asisten sutradara, sementara Costas juga mbantu untuk mengasah naskah dan dialog.
So rupanya memang begitu pola kerja artis amerika, makin ngetop orangnya, makin keras kerjanya. Makin sukses mereka, makin ramah dan terbuka orangnya.
Gw gak ngerti apa arti Pasukadewo, tapi kalau ada hubungannya dengan dewa, namanya mas Tio memang amat sangat cocok. Bukan understatement kalo gw mendewakan Mas Tio sebagai aktor Indonesia favorit gw. Sebagai sutradara baru, gw memang masih kurang pengalaman, tapi bekerja dengan Mas Tio membuat segala hal terkesan mudah. Apa sih hebatnya mas Tio? di mata gw, yang paling hebat dari beliau adalah “passion”nya. Sebelum Bola itu Bundar gw pernah kerja dengan beliau di Susahnya Jadi Perawan, dan pengalaman di film itu yang membuat gw pengen kerja dengan beliau kembali.
Tapi kali ini gw gak mau memberikan Mas Tio peran yang fixed. Gw hanya memberikan tokoh, kepribadian dan motivasinya saja… sisanya gw serahkan ke Mas Tio untuk bebas mengekspresikannya. Hasilnya? 3 karakter yang berbeda. Seperti Eddie Murphy di Coming To America, di Bola itu Bundar Mas Tio memerankan tiga karakter sekaligus, yaitu pelatih Franciscus Walengkang, Kepala polisi Rajagukguk, dan ketua asosiasi sepak bola Bolanesia, Bpk. Harjono. Dan surprisenya ada di karakter Rajagukguk,lihat deh nanti di filmnya.
So, sekali lagi gw berterima kasih kepada Mas Tio yang amat sangat sabar untuk bekerja bareng gw. Kreatifitas dan kemampuan beliau mengekspresikan talentanya memang membuktikan kalau dia adalah aktor kawakan, dan bukan seperti artis artis lain yang sekarang banyak tampil di layar TV.
Come on Tv station Indonesia, tingkatkan kualitas tayangan dong…pake aktor yang bener bener bisa akting, jangan yang cuman bisa ngafalin.
Soundtrack untuk film ini benar benar beragam dan menarik. Untuk Hip Hop Saykoji menyumbangkan lagu “Pengen Kurus”, Anne Shoemaker penyanyi New York menyumbangkan lagu “Turn Around” dan Slank memberikan lagu baru mereka “Drug Me Up’ untuk digunakan di dalam film.
Tidak mau ketinggalan, Anang Hermansyah yang juga salah satu executive producer film ini berkolaborasi dengan Abdee Negara (Slank) untuk menciptakan lagu “The Ball is Round” yang dinyanyikan oleh Dedy Lisan vokalis Andra & The Backbone
Mau denger dan download lagunya? ambil aja di www.bolaitubundar.com
Pertanyaan yang paling sering gw dapet adalah kapan film Bola itu Bundar akan dirilis di tanah air, dan jawaban pendeknya adalah secepatnya. Sebenarnya Film ini sedang dalam tahap penyelesaian akhir, dan karena Nova dan gw kepengen menayangkan film Bola itu Bundar / The Ball is Round di berbagai negara, maka beberapa proses akhirpun harus disesuaikan dengan selera pasar internasional. Hal itu terdiri dari proses pengisian musik, editing dan mixing.
Setelah menyelesaikan proses editing di Indonesia, mitra kami di AS melakukan pengeditan ulang untuk memastikan bahwa hasil editing kami sesuai dengan selera pasar komedi di Amerika. Pada saat yang bersamaan, penata musik dan composer film akan menggarap dan mengisi musik film ini. Perihal pengisian musik, kami sangat beruntung karena studio yang berencana akan merilis film ini, meminjamkan salah satu music composer andalan mereka untuk menyelesaikan film ini. Selain pernah mengisi musi di film football “Friday Night Lights”, sang komposer juga menciptakan lagu tema Olimpiade untuk tayangan televisi di Amerika Serikat. Jadi tema hal olah raga bukanlah hal yang asing baginya.
Semua hal ini direncanakan akan selesai pada bulan November 2008, dimana mitra kami berencana untuk menyelenggarakan penayangan perdana bagi para pecinta sepak bola di Los Angeles, California. Reaksi penonton di AS akan menentukan apakah film BIB akan terus diputar di kota kota lain di Amerika Serikat, atau akan langsung diedarkan sebagai DVD release. Keputusan itu juga akan menentukan siapa distributor internasional yang akan memegang hak edar film ini. Setelah semua hal itu diputuskan, maka barulah kami bebas menayangkan film ini di Indonesia. Kapan realisasinya? Mungkin Desember atau bahkan awal tahun 2009.
Yang pasti, film yang nantinya akan ditayangkan di Indonesia akan berbeda dengan film yang dirilis di pasar internasional. Jadi kalau sampai bajakannya muncul duluan di tempat DVD di Indonesia, versi itu akan 60% berbeda dengan versi yang akan kami rilis di bioskop bioskop tanah air.
Bagi yang mau ikut hadir di acara penayangan perdana film Bola itu Bundar di Amerika? Ikuti kuis yang diselenggarakan oleh MNC.
Jangan lewatkan kesempatan langka untuk berjumpa dengan bintang bintang Hollywood yang akan hadir di acara ini, ikuti kuis SMS dengan cara mengirimkan pesan “Reg_FILM” ke 9388. Dua orang sebelumnya sudah mendapatkan kesempatan jalan jalan ke Amerika dan Eropa, mungkin sekarang adalah giliran Anda untuk berangkat ke Amerika!!!
Inilah hasil orang orang iseng kalo sudah terlalu capek kerja dan mulai stress. Bagi elo yang gak tau, bule yang pake wig itu adalah juara Piala Dunia ‘98 dan Piala Eropa 2000 Frank Leboeuf
Meskipun kita shootingnya di Bali, suasana liburan kurang berkesan karena jadwal kita yang begitu padat. Biasanya jam 7 gw sudah di lokasi karena kita balapan sama matahari untuk bisa menyelesaikan begitu banyaknya adegan sepak bola yang harus dilakukan. Karena itu hampir semua crew dan pemain tertahan di lokasi karena kita gak tau kapan kita harus ngambil adegan yang diperlukan. Jadi untung banget kita ada dua penyanyi yang terkunci bersama kita di lokasi. Kapanpun kita bosan, kita bisa selalu nanggap mereka.
Oh di video ini gw memang ngumpulin adegan adegan dimana Nova ngamuk dan nggamparin semua orang, termasuk presenter ESPN John Dykes yang berbaik hati mau ngisi cameo di film ini.
Gw suka banget adegan antara Louis dan Happy Salma, karena improv Louis terlihat makin kocak pas dipadu dengan aksi dingin dari Happy. Meskipun Happy dan Louis baru saja ketemu di malam itu, tetap aja hasil shooting mereka bagus. Apalagi adegan pas yang Nova, Jimmy dan Costas juga gabung, itu lebih enak lagi dilihatnya.
Selain itu, gw juga kagum melihat restoran yang kalo aslinya kelihatan sudah tua bisa disulap jadi enak dilihat oleh Jon dan crew lightingnya.